sapa juga orangnya blon bakal bisa lepas ama yang namanya liberalisme brow... apa lagi ditambah neo... ini sistem global brow, butuh proses pelan2 bwt nglepas diri dari itu semua??? jngan ujug2 "anti neolib"!!!
mending klo punya solusi... ini yang ada cuman ikut2 angin arus politis...
dipikir2 mah pastinya kita semua juga anti brow, dan kita emang kudu yakin itu semua pasti bisa terjadi (lepas dari belenggu liberalisme ama neonya), ya cuman nyok sama2 blajar tuk coba liat dulu kondisi diri yang ada di negeri...
kga asyik kayanya jauh2 ngomongin neolib klo kga ngarti apa neolib itu ndiri...
--diambil dari detik forum by amahami, 2009--
ni kutipan dari kompasiana
Mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Kwik Kian Gie mengatakan, kehancuran ekonomi Indonesia ini akibat kebijakan ekonomi yang salah yang ditelurkan oleh tim ekonomi yang bercokol sejak masa awal Orde Baru. “Kecuali selama Gus Dur menjabat presiden RI, tim ekonomi dalam Kabinet selalu dikuasai oleh para ekonom yang mutlak menghamba pada kartel IMF dengan resep-resep dan instruksi-instruksi kepada para kroni ini yang merusak. Mereka itu terkenal dengan nama Berkeley Mafia,” kata Kwik dalam sebuah tulisannya.
Mereka ini, lanjutnya, menggerojokkan utang luar negeri terus-menerus sampai tidak kuat bayar tepat waktu supaya selalu menjadi pengemis buat penundaan pembayaran. Ketika itu, Pemerintah Indonesia harus dicekik lehernya untuk didikte. “Yang mengatakan ini bukan saya, tetapi orang-orang asing, kebanyakan orang-orang Amerika, yaitu John Pilger, Brad Sampson, Jeffrey Winters, dan John Perkins yang mengaku disuruh merusak ekonomi Indonesia,” katanya.
Kelompok Mafia Berkeley ini dipersiapkan secara sistematis oleh kekuatan luar Indonesia selama sepuluh tahun sebelum berkuasa (1956-1965). Pembangunan kapasitas intelektual serta jaringan kerjanya merupakan bagian dari strategi Perang Dingin menghadapi kekuatan progresif dan revolusioner di kawasan Asia. Kelompok ini disebut dengan istilah “Mafia Berkeley” karena kebanyakan dari generasi pertamanya adalah lulusan Program Khusus di Universitas Berkeley, California, Amerika Serikat. Program ini dibiayai oleh The Ford Foundation dan The Rockefeller Foundation. Kelompok ini dicekoki teori-teori ekonomi liberal, yang percaya bahwa ekonomi berorientasi pasar adalah jalan terbaik untuk kemajuan Indonesia. Doktrin ini mengajarkan, Indonesia hanya bisa duduk sejajar dengan negara maju lainnya jika mengintegrasikan diri ke dalam sistem Kapialisme global.
Sumitro Djojohadikusumo adalah perintisnya. Berbaris di belakangnya sekitar 40 ekonom. Yang paling terkemuka di antaranya adalah Widjojo Nitisastro, Emil Salim, M. Sadli, Subroto, Sudjatmoko, Barli Halim, Rachmat Saleh dan Radius Prawiro. Kaderisasi ini berlanjut dengan memberikan kesempatan akademis dan politis bagi generasi selanjutnya seperti Dorodjatun Kuntjoro-Jakti, Boediono, Sri Mulyani Indrawati, Mohamad Chatib Basri, Mohamad Ikhsan, dan Rizal Malaranggeng.
Selain kapasitas akademik, kelompok Mafia Berkeley ini juga memiliki jaringan internasional yang kuat dan luas seperti USAID, IMF, Bank Dunia, dan Bank Pembangunan Asia. Bahkan sumber pembiayaan utama lembaga-lembaga akademik dan penelitian yang dikontrol mafia ini berasal dari bantuan atau grant lembaga internasional tersebut. Tidak aneh jika produk hasil penelitian dan rekomendasi kebijakan biasanya sejalan dan sebangun dengan rekomendasi Washington Konsensus/IMF-Bank Dunia, Policy Pappers USAID atau lembaga kreditor internasional lainnya.
-pending dulu-
*****************************************
Saturday, June 27, 2009
Friday, June 26, 2009
-jangan cuma mikir-
-jangan cuma berfikir maju-
Bangsa ini dah kebangetan banyak di jubelin ama orang2 yang punya pemikiran maju. Mereka pandai, cuman sama sekali ngga mau memulai. Mereka cerdas, cuman sama sekali tidak berbekas. Mereka berani, cuman sama sekali ngga memberi bukti. Disadari ato ngga ya itulah yang ada di bangsa ini…
Udah banyak kita liat petinggi2 negeri kita di alam sana yang cuman ngandelin kata indah bola pingpong, jargon indah ngga mining dan cuman omong kosong, pantun indah kurus kering karung bolong, puisi indah tanpa taring kaya kucing ompong (udah kucing ompong lagi)…
Coba liat kenyataan yang ada baik yang udah maopun yang sedang terjadi di panggung politik negeri ini. Kontestan negeri kita maen bagus2an angan, kontestan negeri kita maen indah2an mimpi, kontestan negeri kita maen cakep2an janji… Mereka pada beradu angan cuman pengen cari kekuasaan, beradu mimpi cuman pengen dilayani, beradu janji cuman pengen banggain diri… beradu angan, mimpi, dan janji tanpa kemudian memberi bukti cuman sekedar cari materi… Diakah pemimpin negeri indah ini???
“Berkutat pada pemikiran2 cerdas tanpa kemudian melangkah pada langkah yang harusnya mereka retas. Berputar pada analisa2 canggih tanpa kemudian melangkah pada langkah yang seharusnya mereka raih. Bercokol pada kata2 ideal tanpa kemudian melangkah pada langkah yang seharusnya mereka bekal”.
Bangsa ini kga lagi butuh orang2 cuman berfikir maju, bangsa ini hanya butuh orang2 yang mao ‘melangkah’ maju. Cuman sekedar mikir tanpa mao mulai mengukir maka kga ada ukiran yang hadir. Cuman sekedar berfikir indah tanpa mao mulai melangkah maka kga ada keindahan yang terjemah..
“mereka yang pinter masak tapi kga mao masak ya kga bakalan ada masakan, mereka yang pandai melukis tapi kga mao ngelukis ya kga bakalan ada lukisan, mereka yang pandai mengukir tapi kga mao mengukir ya kga bakalan ada ukiran”
Tulisan ini mungkin sekedar keluh kesah rakyat bodoh yang dah kga mao lagi liat rakyat kudu jalan tergopoh-gopoh.. catatan sempit ini sekedar pengantar diri untuk ngga lagi cuma sekedar jadi pemikir tapi coba berusaha tuk sama-sama mulai mengukir… Mohon maaf bwt para petinggi negeri klo coretan kecil ini bikin jadi sakit ati, bikin diri jadi ngeri, bikin kaki berasa mati… Kita cuman pengen supaya bangsa sadar mengabdi untuk negeri tercinta ini…
-salam hangat tuk petinggi negeri-
Bangsa ini dah kebangetan banyak di jubelin ama orang2 yang punya pemikiran maju. Mereka pandai, cuman sama sekali ngga mau memulai. Mereka cerdas, cuman sama sekali tidak berbekas. Mereka berani, cuman sama sekali ngga memberi bukti. Disadari ato ngga ya itulah yang ada di bangsa ini…
Udah banyak kita liat petinggi2 negeri kita di alam sana yang cuman ngandelin kata indah bola pingpong, jargon indah ngga mining dan cuman omong kosong, pantun indah kurus kering karung bolong, puisi indah tanpa taring kaya kucing ompong (udah kucing ompong lagi)…
Coba liat kenyataan yang ada baik yang udah maopun yang sedang terjadi di panggung politik negeri ini. Kontestan negeri kita maen bagus2an angan, kontestan negeri kita maen indah2an mimpi, kontestan negeri kita maen cakep2an janji… Mereka pada beradu angan cuman pengen cari kekuasaan, beradu mimpi cuman pengen dilayani, beradu janji cuman pengen banggain diri… beradu angan, mimpi, dan janji tanpa kemudian memberi bukti cuman sekedar cari materi… Diakah pemimpin negeri indah ini???
“Berkutat pada pemikiran2 cerdas tanpa kemudian melangkah pada langkah yang harusnya mereka retas. Berputar pada analisa2 canggih tanpa kemudian melangkah pada langkah yang seharusnya mereka raih. Bercokol pada kata2 ideal tanpa kemudian melangkah pada langkah yang seharusnya mereka bekal”.
Bangsa ini kga lagi butuh orang2 cuman berfikir maju, bangsa ini hanya butuh orang2 yang mao ‘melangkah’ maju. Cuman sekedar mikir tanpa mao mulai mengukir maka kga ada ukiran yang hadir. Cuman sekedar berfikir indah tanpa mao mulai melangkah maka kga ada keindahan yang terjemah..
“mereka yang pinter masak tapi kga mao masak ya kga bakalan ada masakan, mereka yang pandai melukis tapi kga mao ngelukis ya kga bakalan ada lukisan, mereka yang pandai mengukir tapi kga mao mengukir ya kga bakalan ada ukiran”
Tulisan ini mungkin sekedar keluh kesah rakyat bodoh yang dah kga mao lagi liat rakyat kudu jalan tergopoh-gopoh.. catatan sempit ini sekedar pengantar diri untuk ngga lagi cuma sekedar jadi pemikir tapi coba berusaha tuk sama-sama mulai mengukir… Mohon maaf bwt para petinggi negeri klo coretan kecil ini bikin jadi sakit ati, bikin diri jadi ngeri, bikin kaki berasa mati… Kita cuman pengen supaya bangsa sadar mengabdi untuk negeri tercinta ini…
-salam hangat tuk petinggi negeri-
Subscribe to:
Posts (Atom)

